Hello, it’s me again.. mungkin akan banyak tulisanku yang membahas apa yang aku pikirkan tentang sebuah lagu. So, I will be so grateful if you want to read all my writings :)
Kali ini aku ingin membahas
sebuah lagu dimana ada lirik yang menyebutkan “Is that what it means to be an adult?”. Lagu yang dinyanyikan oleh
Kim Na Young yang berjudul Being an Adult, mungkin dari kalian ada yang sudah
mendengarkan lagu ini dan juga membaca terjemahannya. Di dalam lagu ini banyak sekali
pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul dari beberapa orang yang beranjak
dewasa dan mungkin salah satu dari kalian juga memiliki pertanyaan yang sama. Apa
itu arti dari menjadi dewasa? Apakah aku sudah dikatakan dewasa hanya karena aku
sudah bertambah tinggi? Apakah jika aku menjalani hari dengan sabar sudah
disebut dewasa? Banyak hal lain yang disebutkan di dalam lagu ini.
Pernahkah kalian membayangkan
masa kecil kalian, seorang anak yang dulu selalu memamerkan apapun yang bisa dia
lakukan, hingga kalian mempertanyakan sejak kapan anak itu sudah tumbuh tinggi.
Mungkin dari kalian melihat kembali album yang berisi foto masa kecil kalian
dan bertanya kemana anak kecil yang sedang tersenyum ini, ada dimana dia
sekarang? Terkadang ada rasa ingin kembali ke masa itu lagi, benar kan?
Semua hal itu disampaikan di
dalam lagu ini, apa yang dirasakan hampir semua orang, apa yang mereka pikirkan
akan masa kecil mereka. Di dalam lagu ini juga disebutkan banyak orang di
sekitar kita selalu mengatakan jika kita sudah dewasa, tapi entah kenapa kita
sendiri merasa kita semakin mengecil meskipun kita tumbuh tinggi. Sebenarnya apa
itu dewasa bagi sebagian orang memiliki perspektif yang berbeda-beda, ada yang
beranggapan dewasa diukur dari usia atau diukur dari pola pikir, seseorang yang
sudah bekerja dikatakan sudah dewasa, ataupun seseorang yang selalu bisa
bertahan dalam menjalani hari sudah disebut dewasa. Aku yakin diantara kalian
semua yang membaca ini memiliki perspektif yang berbeda mengenai apa maksud
dari sebuah kata “menjadi dewasa”.
Lirik “Being an adult, does that mean even when I’m sad I have to smile?”
seperti pertanyaan beberapa orang, akupun juga mempertanyakan hal yang sama. Saat
kita kecil selalu menangis dan itu menandakan kita masih anak-anak, tapi
kenyataannya saat kita beranjak dewasa pun kita selalu menangis. Lalu apakah
kita bisa disebut dewasa jika kita tetap tersenyum meskipun sedang dalam keadaan
sedih? Terkadang itu adalah hal yang tidak masuk akal bagiku, karena setiap
orang jika merasa sedih mereka berhak untuk menangis, tidak perlu merasa takut
terlihat lemah hanya karena menangis, justru jika kita tersenyum namun
kenyataannya kita bersedih itu lebih menyakitkan karena harus memendam perasaan
sedih itu.
“That’s what life is, I seem to understand but I still have too many
tomorrows left” Itulah hidup, kita tentu mengerti dalam hidup kita selalu
menjalani hari-hari dengan kegiatan yang berbeda-beda dan menghadapi masalah yang
berbeda untuk setiap orang. Kita harus bertahan di hari-hari yang ada di
hadapan kita, hari ini selesai, esok masih ada hari yang tersisa dan harus kita
hadapi “bearing it each day”.
Salah satu lirik yang menurutku sesuai dengan apa yang aku pikirkan “You will know when you grow up, even now I don’t understand what that means”. Meskipun aku sudah tumbuh entah dari bertambahnya usia maupun tinggi badan, aku masih mempertanyakan dan tidak mengerti apa maksud dari menjadi dewasa. Orang-orang disekitarku selalu mengatakan jika aku sudah dewasa karena usiaku, tapi aku sendiri merasa masih belum menjadi dewasa. Jadi sebenarnya apa itu, aku masih belum menemukan jawaban yang tepat akan sebuah kata “menjadi dewasa”.
| Being an adult is a choice, so how? |
Comments
Post a Comment