Hello, it’s me again haha.. I hope you’re doing well.. I don't know what else to say :)
Becoming an adult, apakah kalian yang
membaca tulisan ini sedang atau akan menghadapi masa dewasa? Apa kalian
berpikir bagaimana rasanya menjadi dewasa? Apakah menjadi dewasa itu menyenangkan
atau mengesalkan?
Aku tidak akan membahas apa itu
menjadi dewasa dan bagaimana menghadapinya, karena itu cukup luas untuk
dibahas. Menjadi dewasa dan apa yang akan setiap orang alami akan berbeda meskipun
hampir kebanyakan memiliki perasaan yang sama dalam menghadapi hari-hari
sebagai orang dewasa. Ada sebagian orang lelah menjadi dewasa, dan ada pula
mereka yang tidak sabar untuk menjadi dewasa, kembali lagi setiap individu
memiliki jalan pikir yang berbeda-beda.
Disini aku ingin membahas sebuah
lagu yang menjadi ost suatu drama korea, lagu yang selalu aku putar dari saat lagu
itu dirilis hingga sekarang. Mungkin diantara kalian ada yang penyuka drama
korea dan sudah menonton drama My Mister (나의 아저씨), I just want to share what
I'm thinking about this song. Lagu yang dinyanyikan oleh Sondia dengan judul
Grown Ups (어른) selain mendukung jalan cerita drama, namun lagu
ini tidak luput menjadi gambaran apa yang dirasakan beberapa orang saat menjalani
hari-hari mereka sebagai orang dewasa.
Seakan berasal dari curahan hati
seseorang yang merasa lelah dan menderita setiap menjalani hari, merasa sendiri
dan tidak ada yang peduli tentang apa yang dirasakan orang itu. Hanya ada
dirinya sendiri yang menjadi tempat dia bercerita, berpikir mencari sebuah
jawaban kapan kegelapan yang mengusik dirinya akan menghilang. Sekilas itu
menjadi sebuah gambaran apa yang dirasakan oleh sebagian orang, bagaimana
mereka merasa sendiri di dunia yang luas ini, harus merasakan penderitaan yang
entah kapan akan menghilang. Tidak ada orang lain yang bisa menjadi tempat
mereka bercerita, hanya kata-kata “jangan lelah” yang bisa diucapkan untuk diri
sendiri.
Terdapat penggalan lirik yang
memiliki arti “like a stranger among
laughing people, I’m the only one who seems like everything is lost”,
mungkin sebagian dari kalian pernah merasakannya, tidak harus saat kalian
menjadi dewasa bahkan saat kalian belum memasuki usia dewasa kalian pasti
pernah berada di situasi yang sama seperti penggalan lirik itu. Setiap orang di
berbagai kalangan usia tentu pernah merasakannya, melihat orang-orang di
sekitar mereka tertawa bahagia, sedangkan diri sendiri merasa sedih. Banyak arti
yang dapat diambil dari lirik itu, entah kita merasa iri dengan kebahagiaan
orang lain, atau kita berpikir bagaimana orang-orang bisa tertawa bahagia
sementara dirimu menderita, apakah mereka tidak menderita, apa hanya diriku
sendiri yang menderita.
Jika kalian mendengarkan lagu ini
dengan membaca terjemahan liriknya, kalian akan setuju dengan apa yang kalian rasakan
mungkin ada di lagu ini dan tentu dari sudut pandang kalian masing-masing. Aku sendiri
pun merasakan apa yang ada di dalam lagu ini, bahkan beberapa hal yang aku
alami saat belum memasuki usia dewasa. Terutama penggalan lirik “becoming myself and seeing stars that will forever
shine, I’m dreaming these kinds of sleepless dreams, but the foolish me only
realized that I’ll never be myself only after I opened my eyes” disini aku
berpikir jika aku selalu menjadi diriku sendiri saat aku menutup mata membayangkan
mimpi-mimpi yang aku harapkan dan berbicara dengan diriku sendiri, tapi setelah
aku membuka mata ternyata aku tidak bisa menjadi diriku sendiri, karena kita
selalu melakukan sesuatu seakan itu bukanlah diri kita yang sebenarnya. Apakah kalian
juga seperti itu? Hanya diri kalian sendiri yang menjadi teman terdekat kalian,
yang mengerti bagaimana dan apa yang kalian rasakan.
Lagu ini menjelaskan tidak semua orang merasa bahagia dalam menjalani hari mereka, ada yang setiap hari merasa menderita, ada yang selalu merasa sendiri dan tidak ada orang lain yang menjadi tempat bercerita selain dirinya sendiri. Tidak harus orang yang sudah dewasa, orang yang beranjak dewasa pun juga merasakan lelah setiap harinya, selalu menutup mata dan berusaha menyemangati diri sendiri. Kita hanya bisa menunggu hari apa, di waktu seperti apa, dan dimana dunia kecil kita akan tersenyum kepada kita.
| The warm sunlight will ever shine down on you |
Comments
Post a Comment